JANGAN SEPELEKAN HAL KECIL, SEBAB BISA JADI PETAKA BESAR
Alkisah, Iblis dan anak-anaknya sedang dalam perjalanan untuk pindah tempat.
Di tengah perjalanan, salah satu anak Iblis melihat sebuah kemah sederhana. Ia berkata,
"Aku tidak akan melanjutkan perjalanan sebelum melakukan sesuatu di sini."
Ia pun mendekati kemah itu. Di sana, ada seekor sapi yang diikat pada tiang, seorang wanita sedang memerah susu, dan seorang anak kecil duduk di dekat ibunya sambil memperhatikan.
Anak Iblis itu menggoyangkan tiang kemah perlahan.
Sapi yang sedang tenang mendadak terkejut dan melonjak.
Akibatnya:
Ember susu tumpah
Sapi menginjak anak kecil itu
Anak itu pun meninggal
Sang ibu histeris, naik darah, mengambil golok dan langsung menebas sapi itu sampai mati.
Tak lama, suaminya pulang dari perjalanan.
Melihat anaknya dan sapi peliharaannya mati, ia pun murka.
Ia memukul istrinya habis-habisan, lalu menceraikannya.
Keluarga si istri datang, melihat saudari mereka babak belur, mereka menyerang si suami.
Lalu keluarga suami tidak tinggal diam—terjadilah perang antar dua keluarga besar, dan jatuh korban jiwa.
---
Iblis bertanya kepada anaknya,
"Apa yang kau lakukan hingga mereka saling membunuh?"
Anaknya menjawab,
"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menggoyangkan tiang kemah."
---
Pelajaran dari Kisah Ini
Banyak di antara kita merasa tidak melakukan apa-apa,
padahal:
Satu ucapan kita
Satu komentar kita
Satu tulisan WhatsApp kita
…telah membuat keluarga orang lain berantakan,
membuat ayah dan anak bermusuhan,
membuat suami dan istri bercerai,
membuat adik dan kakak berselisih.
Tapi kita masih berkata,
"Aku hanya bercanda kok..."
"Aku cuma repost doang..."
"Aku gak maksud apa-apa..."
---
Ingat:
Api besar sering bermula dari percikan kecil.
Dan pecahnya rumah tangga atau permusuhan kadang berasal dari hal remeh yang tak kita pikirkan dampaknya.
Wallāhu a‘lam.

Komentar
Posting Komentar